KENDARI, Tirtamedia.id – Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Kendari menyebut jelang perayaan hari raya kurban (Idul Adha) 1443, belum ditemukan hewan yang tertular penyakit mulut dan kuku (PMK), seperti yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) RPH Kota Kendari, Muh. Romy Yulianto mengatakan sejauh ini seluruh hewan ternak (Sapi) yang berada di lokasi RPH Ruminansia Kota Kendari, dalam kondisi sehat dan telah diperiksa kesehatannya.
“Kami belum temukan penyakit tersebut karena itu biasanya terdeteksi secara fisik mulai dari mulutnya, lidahnya, kakinya dan itu sudah diperiksa oleh dokter hewan kami,” katanya, saat ditemui di kantornya, Senin (12/06/2022).
Romy mengungkapkan untuk mengantisipasi penularan PMK, pihaknya bersama dengan Balai Karantina Hewan terus melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap hewan ternak sapi yang akan masuk dan ditampung di RPH Kendari.
“Kami juga sudah dikunjungi oleh Balai Karantina Hewan dan langsung memeriksa sapi-sapi yang ada di kandang penampungan RPH, dan alhamdulillah tidak ada temuan,” ungkapnya.
Ia berharap sampai perayaan hari raya kurban nanti, seluruh hewan ternak baik itu yang ada di RPH maupun yang di jual langsung oleh masyarakat tidak sampai tertular penyakit (PMK) tersebut.
“Jadi kekhawatiran masyarakat mengenai PMK yang ada di Pulau Jawa itu belum di temukan di Sulawesi, apalagi di Sulawesi Tenggara. Sebab sapi-sapi yang masuk di RPH ini kebanyakan didatangkan langsung dari Kabupaten Konawe Selatan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dilansir dari Liputan6.com, penyakit mulut dan kuku atau PMK yang dialami hewan ternak saat ini banyak terjadi daerah Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.
Penulis : Husni Mubarak







