KONAWE, Tirtamedia.id – Kapal khusus pengangkut minyak atau Self Propelled Oil Barge (SPOB) Graha-21 yang tengah berlabuh jangkar di Perairan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga jadi korban perompakan orang tak dikenal (OTK), Kamis (6/1/2022).
Kepala Sub Direktorat Patroli Airud, Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Sultra, Kompol Wahyu Adi Waluyo membenarkan informasi tersebut.
“Benar, terjadi perampokan,” katanya singkat, Senin (10/1/2022).
Ia menyebutkan, peristiwa itu bermula saat kapal sedang berlabuh sekira pukul 21.30 WITA, anak buah kapal (ABK) dikejutkan dengan munculnya speed boat dengan ciri-ciri warna lambung putih dan mesin tempel pada lambung kiri.
Ada 6 orang di speed boat tersebut, semuanya menggunakan penutup wajah dan membawa senjata tajam (sajam) berjenis golok, samurai dan celurit. Tiba-tiba 4 orang menaiki SPOB Graha-21 dan meneror seluruh ABK. Sedangkan, 2 orang lainnya stay di speed boat yang digunakan.
“Para perompak kemudian mengumpulkan seluruh ABK yang berjumlah 8 orang untuk berkumpul. Kemudian mengikat tangan dengan menggunakan tali plastik yang sudah disiapkan oleh perampok,” bebernya.
Sekira pukul 22.00 WITA, sambungnya, para perampok menyuruh 2 orang ABK bernama Asrul dan Zidan untuk hibob (menarik) jangkar dan mengancam nakhoda untuk menggerakkan kapal ke arah Pulau Saponda pada titik koordinat 03°48’462″ S – 122°42’721″ T.
“Selama perjalanan para perompak mencoba untuk menutupi identitas Kapal SPOB GRAHA-21 dengan cara mengecat nama kapal, tanda selar dan tulisan no smoking,” tambahnya.
Keesokan harinya, lanjutnya, tepatnya Jumat (7/1/2022) sekira pukul 02:45 WITA, kapal berhenti dan mengapung. Nahkoda yang disuruh mengemudikan kapal disekap kembali ke ruang makan ABK.
Sekira pukul 03:15 WITA, ABK merasa ada kapal yang bersandar di lambung kanan SPOB Graha-21. Ternyata, salah satu perompak membawa satu botol sampel berisi BBM jenis solar yang diduga merupakan muatan milik SPOB Graha – 21, dan menunjukkan ke ABK bahwa BBM yang mereka curi tersebut tidak laku di jual.
“Para perompak mengambil barang-barang berharga lainnya yang ada di kapal, dan milik ABK berupa 12 unit HP, GPS 1 unit, HT dan ICOM 4 unit, laptop 1 unit, teropong kapal 1 Bh, jam tangan 3 unit, ripcurl, uang senilai Rp 2 juta, ayam Thailand 1 ekor dan power bank HP 5 unit,” paparnya.
Sekira pukul 04.00 WITA, ABK mulai menyadari para perompak sudah meninggalkan kapal. Mereka mulai menyelamatkan diri dan nahkoda mengarahkan kapal menuju Perairan Morosi dan kembali berlabuh jangkar serta melaporkan peristiwa itu.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







