TIRTAMEDIA.ID – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu, 11 Juli 2021, mengakibatkan banjir bandang di Desa Tapunggaeya, Kecamatan Molawe. Puluhan rumah warga dan fasilitas pendidikan rusak akibat terjangan banjir.
Hal itu, diungkapkan salah satu warga Tapugaeya, Arif, saat dihubungi via WhattsApp, Senin, 12 Juli 2021.
“Ada sekira 20 rumah yang tertimbun lumpur, satu rumah warga itu rata dengan tanah. Ada satu rumah warga juga yang sebagian rumahnya rubuh,” bebernya saat dihubungi via WhattsApp.
Arif menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini, warga yang terdampak banjir bandang telah diungsikan di tenda yang didirikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Konut.
“Sudah dievakuasi di tenda pengungsian, sebagian warga lagi masih bertahan di lokasi untuk menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan,” ujarnya.
Selain rumah warga, Arif menjelaskan, Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Andongaunaasi, juga terdampak banjir. Fasilitas pendidikan di desa itu, ikut terendam lumpur.
Bahkan, material seperti kayu dan sisa-sisa reruntuhan bangunan rumah warga, ikut terbawa hingga ke halaman sekolah.
“Tapi alhamdulillah, tim dari Pemda (Konut) sudah turun membantu warga, hujan juga sudah redah sejak pukul 09.00 WITA pagi tadi,” tutupnya.

Arif menambahkan, saat ini bantuan penyelamatan dari pihak kepolisian, Basarnas, dan Pemerintah Kabupaten Konut, sudah berada di lokasi.
Sementara itu, Bupati Konut, Ruksamin, kini menetapkan status darurat bencana di kabupaten Konut. Darurat bencana itu berupa, darurat banjir, darurat tanah longsor serta darurat gelombang tinggi.
“Hari ini rapat penetapan Status Darurat Bencana di Konawe Utara. Dengan penetapan status darurat bencana ini, maka semua tim dapat bergerak dengan cepat sesuai tupoksi yang telah dibagikan masing-masing baik Forkopimda maupun OPD,” tulis Ruksamin di akun facebook pribadi miliknya.
Penulis: Fahmi







