KOLAKA, tirtamedia.id – Pasangan calon (paslon) Bupati Kolaka nomor urut 1, Amri Jamaluddin dan Husmaluddin (Beramal), memutuskan untuk tidak menghadiri debat publik ketiga yang dijadwalkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada 16 November 2024 mendatang.
Meskipun debat publik menjadi bagian penting dalam Pilkada serentak 2024, Amri dan Husmaluddin menilai keikutsertaan mereka dalam dua debat sebelumnya sudah cukup untuk menyampaikan visi, misi, dan program-program mereka kepada masyarakat.
Menurut Musdalim, Koordinator Tim Hukum paslon nomor 1, mengakui keputusan ini diambil karena mereka ingin lebih fokus turun langsung ke masyarakat.
“Kami lebih memilih berbicara langsung dengan rakyat dan memastikan visi-misi kami dipahami lebih baik oleh mereka,” ungkap Musdalim.
Dia juga menambahkan bahwa debat sebelumnya lebih banyak diwarnai dengan persaingan antar pendukung, yang justru mengurangi esensi diskusi substantif tentang solusi bagi masyarakat.
“Debat yang kami ikuti sebelumnya cenderung menjadi ajang keributan antar pendukung, bukan membahas solusi konkret untuk masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Kolaka, Suparman, memastikan bahwa debat ketiga tetap akan dilaksanakan meskipun hanya diikuti oleh satu pasangan calon, yaitu pasangan nomor urut 2, Muhammad Jayadin dan Deni Germanto Lisan (JADI).
“Kami tetap melaksanakan debat ketiga sesuai juknis Keputusan KPU Nomor 13 Tahun 2024,” ujar Suparman usai rapat persiapan debat ketiga di Kantor KPU Kolaka, Rabu (13/11/2024).
Menurut Suparman, ketidakhadiran Amri dan Husmaluddin didasarkan pada kekhawatiran terhadap potensi bentrok antar pendukung.
“Mereka khawatir jika hadir dalam debat nanti, akan terjadi bentrok antar pendukung yang saling berhadap-hadapan,” ungkapnya.
Selain itu, jadwal kegiatan yang padat juga menjadi alasan tambahan dari paslon Beramal, terutama dengan waktu pemungutan suara yang semakin dekat.







