KENDARI, tirtamedia.id – Sahabat serta keluarga Mahasiswa yang ditemukan meninggal dunia di Asrama Bidik Misi UHO Kendari mengaku kaget atas meninggalnya Muhammad Rayfudin.
Menurut teman kuliahnya di Jurusan Teknik Biologi Fakultas MIPA UHO Kendari, Buyung korban masih melakukan aktivitas perkuliahan sehari sebelum ditemukan meninggal dunia.
Buyung mengungkapkan sahabatnya itu dalam kondisi sehat serta tidak ada tanda-tanda dalam kondisi sakit saat terakhir kalinya bertemu di Fakultas MIPA UHO Kendari pada Selasa (20/06/2023).
“Tidak ada tanda kalau dia lagi sakit karena kemarin sore itu masih ketemu di kampus sekitar jam 3 karena ada mata kuliah kemarin sore,” kata ujar Buyung saat ditemui di TKP Rabu (21/06/2023).
Fauziah kaka sepupu korban juga mengatakan hal yang sama, mereka masih berkomunikasi bahkan bertemu sehari sebelum kejadian atau korban ditemukan meninggal dunia.
“Saya tidak tau kalo dia sakit dia tidak bilang-bilang padahal kemarin kita cerita-cerita sama dia,” kata Fauziah dengan suara keras dan matanya berkaca-kaca.
Sementara itu polisi masih melakukan autopsi jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk mendalami dan mengetahui motif serta penyebab korban meninggal dunia.
Berdasarkan kartu identitasnya korban diketahui merupakan warga kelahiran Desa Bira Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra) anak dari La Udi dan Saima.
(Penulis : Husni Mubarak/tirtamedia.id).







