KOLAKA, tirtamedia.id – Sebanyak 5 Desa/Kelurahan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) tergenang banjir lumpur kiriman aktivitas pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) Senin (08/05/2023).
Camat Wolo, Ilham saat ditemui mengatakan, ke 5 Desa/Kelurahan tersebut yakni Desa Pondre, Desa Lapao Pao, Desa Muara Lapao Pao serta dua Kelurahan yakni Kelurahan Ulu Wolo dan Kelurahan Wolo.
Ilham mengungkapkan terkait penanganan banjir tersebut saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kolaka.
“Kemudian dari pihak PT Ceria Nugraha Indotama saya juga sudah berkoordinasi dengan Direktur Operasional, Direktur Eksternal dan Jendral Manager intinya perusahaan tersebut bertanggung jawab terhadap dampak yang terjadi akibat luapan air yang bersumber dari IUP PT CNI itu sendiri,” katanya Senin (08/05/2023).
Mengantisipasi banjir susulan Ilham menyebut pihaknya akan segera melakukan pertemuan bersama pihak PT Ceria Nugraha Indotama bersama perangkat pemerintah setempat baik Kepala Desa maupun Kepala Kelurahan.
“Kita akan lakukan penanganan-penangan dini dalam hal ini akibat dari dampak banjir ini yang sifatnya merusak apakah itu dari tanaman maupun pemukiman warga, sehingga akan kami koordinasikan agar banjir ini tidak terulang lagi,” tambahnya.
Sementara itu Tim PT Ceria Nugraha Indotama, Adrian Tito mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pendataan kepada masyarakat yang terdampak banjir kiriman tersebut.
“Kita akan catat dulu kira-kira seperti apa baru nanti kita akan diskusikan kepada pemerintah juga,” katanya.
Untuk diketahui selain pemukiman banjir lumpur kiriman IUP PT Ceria Nugraha Indotama juga menggenangi persawahan dan tambak warga serta mengganggu aktivitas lalu lintas di sejumlah titik di jalan Trans Sulawesi
(Penulis : Husni Mubarak/tirtamedia.id)







