Baubau, tirtamedia.id – Empat petugas pemulasaran jenazah di Baubau tidak memakai baju hazmat atau alat pelindung diri (APD) saat memakamkan salah seorang pasien Covid-19.
Sekretaris Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Baubau Muslimin Hibali, saat dihubungi Kamis (19/8) membenarkan peristiwa dalam foto yang beredar luas di media sosial.
Muslimin menjelaskan, pemakaman itu berlangsung di Kelurahan Lanto, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, pada Selasa (17/8) lalu.
“Iya benar, saya baru saja memarahi mereka karena tidak mematuhi SOP (standar operasional prosedur) saat bertugas,” ujarnya.
Menurut Muslimin, tindakan itu dilakukan karena mereka sering mendapat kekerasan dari pihak keluarga janazah. Meskipun demikian pihak nya mengakui tak ada alasan untuk mengabaikan SOP.
“Katanya mereka takut pakai APD, karena pernah beberapa kali dipukul oleh pihak keluarga saat memulasarkan jenazah,” ungkap Muslim.
“Di Pulau Makassar, Kelurahan Sukanayo, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, tim evakuasi Covid-19 pernah diusir oleh keluarga pasien. Anggota kami dipukul dan disuruh pulang oleh pihak keluarga jenazah karena datang dengan APD lengkap,” timpal Ketua Tim Evakuasi Jenazah Satgas Covid-19 Baubau, Darwis.
Atas kejadian tersebut, Satgas Covid-19 Baubau meminta maaf kerena telah mengabaikan SOP. Sementara itu, ke empat orang petugas pemulasaran jenazah telah melakukan swab antigen dan hasilnya semua negatif.
Penulis : Muhammad Anca







