KENDARI, Tirtamedia.id – Harga telur ayam disejumlah pasar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terpantau masih mengalami kenaikan harga, Senin (05/09/2022).
Di Pasar Baruga dan Anduonohu misalnya, harga telur ayam hingga saat ini mencapai Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu dari harga sebelumnya berkisar Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per satu rak.
Menurut pedagang, kenaikan harga telur ayam sudah terjadi sekitar satu bulan terakhir, diakibatkan kurangnya pasokan telur yang tersedia dari para distributor.
“Salah satunya itu, karena kita juga persediaan telur yang ada juga sedikit,” kata Ujang, salah seorang pedagang di pasar Anduonohu, Kecamatan Anduonohu, Kota Kendari.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Sitti Saleha mengatakan kenaikan harga telur diakibatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Sehingga ketersediaan juga makin sedikit.
“Untuk ketersediaan kita di Sultra memang saat ini masih terbatas. Kita hanya memperoleh suplai dari sulawesi selatan (Sulsel),” katanya.
Untuk mengantisipasi dan menekan kenaikan harga yang melambung tersebut, Disperindag telah melakukan operasi pasar.
“Untuk mengantisipasinya kita melakukan operasi pasar, kita berharap kemudian sampai Desember ini persediaan stoknya masih tetap siap (ada),” ujarnya.
Meski begitu, Sitti Saleha tidak menampik kenaikan akan tetap terjadi, disebabkan karena inflasi harga disejumlah kebutuhan bahan pokok yang saat ini juga sedang mengalami gejolak.
“Yang jelas itu ada beberapa jenis, komponen yang mempengaruhi inflasi dan itu yang kita lakukan terkait pemantauan harga. Kemudian ketersediaan pasokan dan untuk mengantisipasinya kita lakukan operasi pasar,” ungkapnya.
Atas kenaikan harga yang disebabkan kurangnya atau minimnya pasokan tersebut, pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk kembali menstabilkan harga telur di pasar-pasar.
Penulis : Husni Mubarak







