KENDARI, Tirtamedia.id – Aksan Jaya Putra (AJP) bakal bertarung (Fight) dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kendari tahun 2024 mendatang. Ayahnya yakni Surunuddin Dangga memberi pesan kepada sang anak agar tetap berpolitik dengan etika.
“Berpolitik dengan etika artinya, tidak menghujat orang, santun, menghargai kawan maupun lawan,” katanya, Rabu (8/6/2022).
Surunuddin yang juga merupakan Bupati Konawe Selatan (Konsel) dua periode menegaskan, pesta demokrasi adalah ajang persaingan bukan permusuhan, kalah dan menang adalah hal biasa.
“Kalau saya kalah, saya hormat, kalau menang tetap menghargai. Politik ini tidak abadi. Sebentar kontestasinya selesai kita berteman lagi,” tambahnya.
Surunuddin menambahkan, putra ketiganya itu terus bergerilya menjemput aspirasi rakyat di Kota Kendari. Keluh kesah masyarakat tak henti-henti ia perjuangkan.
Bukan hanya karena ia ingin mencalonkan diri, melainkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota DPRD Sultra. Tentunya ini, katanya, menunjukan AJP selalu hadir untuk masyarakat di Kota Lulo.
Dimata publik, pria berkelahiran 1979 itu tak asing lagi. Pasalnya, sejak lahir hingga menempuh pendidikan formal, AJP memilih Kota Kendari untuk belajar yakni SD Negeri 2 Punggolaka pada 1991, SMP Negeri 1 Kendari pada 1994, dan SMA Negeri 1 Kendari pada 1997.
Ditambah lagi, sejumlah baliho dan spanduk bertagline “Kendari Bisa” telah terpasang hampir di semua sudut Kota Kendari. Kader Partai Golkar ini digadang-gadang mempunyai potensi besar untuk menahkodai Kota Kendari 2024 mendatang.
Terbukti, dalam perhelatan politik pemilihan legislatif tahun 2019, AJP yang maju dari daerah pemilihan (Dapil) Sultra I, yakni Kota Kendari berhasil mendulang 13.659 suara.
“Anak saya sudah dewasa dan sudah saya bekali. Saya tidak mungkin melarang, biarkan masyarakat yang menilai. Jika memiliki kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kemasyarakatan bagus, silahkan,” ujar Surunuddin.
Kendati demikian, Bupati Konsel ini berharap agar putranya, AJP terus terjun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi masyarakat Kota Kendari tanpa harus menunggu aduan, keluhan, ataupun panggilan warga.
“Pemimpin harus sering bertemu dengan warganya, agar bisa mengetahui keadaan mereka,” pungkasnya.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







