KOLAKA, Tirtamedia.id – Genneral Manager (GM) PT Akar Mas, Najamuddin mengaku pekerja yang tewas tertimbun longsor bukan karyawan yang menambang di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Akar Mas.
“Itu bukan wilayah IUP Akar Mas. Dia masuk menambang di lahan koridor antara PT akar Mas dan Surya Lintas Gemilang (SLG),” ujarnya via WhatsApp, Rabu (1/6/2022).
Najamudin mengaku, pihaknya tidak mengetahui karyawan yang tertimbun longsor itu. Sebab, PT Akar Mas tidak pernah mengeluarkan Surat Perintah Kerja (SPK) terhadap para penambang itu.
Bahkan, ia mengaku bahwa para pekerja tambang itu sering melakukan aktifitas di kawasan lahan koridor secara diam-diam.
“Sudah selalu kami usir, tapi selalu sembunyi-sembunyi masuk menambang,” tambahnya.
Lanjut Najamudin, komplotan penambang itu juga melakukan pekerjaan di luar dari jam aktivitas kantor. Di wilayah IUP mereka, aktivitas pertambangan dilakukan sejak pukul 08.30 WITA sampai selesai, namun para penambang yang tidak diketahui itu mulai menambang sebelum waktu yang telah ditentukan.
“Mereka masuk diam-diam di lahan koridor sekitar pukul 07.00 WITA pagi,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang karyawan bernama Yuda (42) tewas tertimbun longsor saat sedang mengawasi ekskavator yang melakukan aktivitas pertambangan, Senin (30/5/2022).
Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka, AIPDA Riswandi mengatakan, peristiwa itu bermula saat 5 pekerja tambang bernama Jimmi Tahir, Beta, Yuda, Tahan, dan Andi Muhammad Idris sedang melakukan produksi / ore getting menggunakan 1 unit excavator.
“Korban Yuda dan salah seorang rekannya duduk di bawah tebing yang tingginya 15 sampai 17 meter. Keduanya sedang melihat alat yang memproduksi ore getting dari jarak 20 meter,” ujarnya.
Tiba-tiba, bagian atas tebing longsor dan langsung menimpa keduanya. Yuda tertimbun reruntuhan tanah dan rekannya berhasil menyelamatkan diri.
Sebanyak 4 unit excavator diturunkan untuk menggali dan mencari keberadaan korban. Sekitar 8 jam dilakukan evakuasi atau sekitar pukul 16.00 WITA, korban Yuda berhasil ditemukan. Ironisnya, nyawanya tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RS Antam.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







