Kendari, tirtamedia.id – Penumpang arus balik Iduladha KM Aksar Saputra 08 rute Raha – Kendari keluhankan sistem tiket nonseat dinilai tidak sebanding dengan kondisi di atas kapal yang diduga mengalami kelebihan kapasitas.
Kondisi ini terjadi pada hari pertama arus balik pascalibur panjang Iduladha, Selasa (2/6/2026), kapal dipadati penumpang dalam jumlah yang banyak.
Sejumlah penumpang mengaku tidak mendapatkan kursi maupun tempat tidur meski telah membeli tiket resmi di loket. Tiket yang dimaksud merupakan tiket non seat atau tanpa nomor kursi, namun dengan harga yang sama dengan tiket yang mendapatkan fasilitas tempat tidur.
Salah seorang penumpang, Abdul, mengaku kesulitan mendapatkan tempat beristirahat selama perjalanan karena hampir seluruh area kapal terisi penumpang. Apalagi perjalanan memakan waktu kurang enam jam.
“Banyak sekali penumpang, susah kita cari tempat untuk tidur (istirahat). Saya dapat tiket non seat, padahal harganya sama dengan yang dapat tempat tidur,” ujar Abdul.
Ia menambahkan, pihak kapal memang menyediakan matras bagi penumpang non seat. Namun dinilai tidak maksimal digunakan karena kondisi kapal yang penuh dengan desakan penumpang.
Sementara itu, penumpang lainnya, Amir, mengaku memperoleh tempat tidur. Namun ia menilai kepadatan penumpang berdampak pada kenyamanan selama perjalanan, termasuk saat hendak ke mushola dan kamar mandi.
“Kalau saya ada ranjang, tapi selama perjalanan mau ke kamar mandi dan berwudhu susah bela. Banyak penumpang yang tidur sampai di area jalan keluar masuk kapal,” katanya.
Menurutnya, penumpang pada hari pertama masuk kerja pascalibur Iduladha kali ini memang jauh lebih padat dibanding perjalanan normal, dan diduga melampaui kapasitas angkut muat kapal.
“Memang sangat padat sekali, seperti kelebihan muatan. Tapi kita maklumi karena kemarin baru libur panjang dan hari ini mulai (aktivitas) kerja lagi,” ujarnya.
Kapal bertolak dari pelabuhan Raha, Senin (1/6/2026), dan tiba di Pelabuhan Kendari, pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Kepadatan penumpang tetap menjadi perhatian karena dinilai tidak sebanding dengan fasilitas yang tersedia di kapal.
Para penumpang berharap pihak kapal dapat mengevaluasi sistem penjualan tiket serta meningkatkan kenyamanan dan yang lebih penting keselamatan penumpang setiap berlayar.
Penulis: Husni Mubarak







