Konawe Selatan, tirtamedia.id – Aksi seorang kakek di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), bernama Hasan mengadang ekskavator milik aparat kepolisian viral di media sosial, Sabtu (30/5/2026).
Peristiwa itu terjadi di Desa Puosu Jaya, Kecamatan Konda, Konawe Selatan, pada 18 Mei 2026, saat alat berat diduga milik Brimob Polda Sultra masuk ke lahan kebun warga untuk pembukaan area.
Dalam video yang beredar, Hasan berdiri di jalur ekskavator dan menghentikan langsung aktivitas di lokasi sambil berteriak bahwa lahan itu bukan milik Brimob.
“Jangan pakai baju polisi merampok. Ini bukan tanah Brimob. Berhenti pak. Jangan seenaknya kalian merampok. Tidak ada lahan Brimob di sini,” kata Hasan.
Dalam video, juga terlihat Hasan, yang mengenakan baju lengan panjang dan sarung, berdebat dengan sejumlah anggota polisi.
“Lahan sudah lama ditempati warga sebelum adanya aturan yang menjadi dasar pemanfaatan lahan oleh Brimob,” ujarnya.
Ia juga menyebut luas lahan yang pernah diganti rugi tidak sesuai dengan klaim yang beredar, sekitar 2 hektar, bukan 120 hektar.
“Kalau SK 137 dijadikan dasar, tidak ada Brimob di situ. Yang ada hanya ganti rugi terbatas, bukan seluruh kawasan,” katanya.
Sejumlah tanaman dalam kebun yang menjadi sasaran penggusuran alat berat seperti ubi kayu kelapa, jambu, dan pohon gaharu.
Pihak Polda Sultra melalui Kabid Humas Kombes Pol Iis Kristian belum memberikan tanggapan atas konfirmasi wartawan tirtamedia.id terkait peristiwa itu, Minggu (31/5).
Penulis: Husni Mubarak







