Kendari, Tirtamedia.id – Julianti menjadi salah satu atlet berprestasi cabang olahraga dayung asal Kabupaten Konawe Utara (Konut) yang berhasil menyumbang medali emas, untuk Sulawesi Tenggara (Sultra) pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
Sayangnya, di tengah prestasi gemilangnya itu. Julianti mengaku, tidak mendapat perhatian yang sebanding dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra. Terlebih, bonus kemenangan yang dijanjikan pemerintah sampai saat ini juga belum dibayarkan.
“Kita masih menunggu janji bonus dari pemerintah provinsi yang hingga kini belum dibayarkan,” ujarnya, Senin, 1 November 2021.
Bukan hanya kali ini, Juli mengaku, selama menjalani pemusatan latihan di luar daerah juga kerap menerima janji dari KONI Sultra. Bahkan mereka terpaksa patungan membayar sewa rumah di Jawa Barat (Jabar), agar tetap bisa berlatih mengikuti program Pelatda.
“Sewa rumah sendiri dari patung-patungan,kebetulan masih ada sisa bonus dari sea games kemarin,” ungkapnya.
Latihan dan disiplin Juli pun terbukti, pada PON XX Papua, ia mampu mempersembahkan 3 medali emas untuk Sultra yang diraih dari nomor rowing tunggal putri, rowing double putri bersama Aulia Ghalib dan nomor rowing 4 min putri bersama, Aulia Ghalib, Ambarani dan Levi Lasmin.
Prestasi PON Papua memperbaiki prestasi PON sebelumnya di Jabar, di mana Julianti hanya mampu meraih dua medali emas dan satu medali emas pada PON Riau.
Usai meraih medali emas, Juli berharap pemerintah dapat segera memberikan penghargaan dan apresiasi atas tugas yang telah dituntaskan dengan mengharumkan nama daerah, pada PON Papua.
Juli dan sejumlah atlet PON lainnya berharap, perhatian pemerintah terhadap atlet dapat lebih baik dari tahun ke tahun. Sebab salah satu motivasi atlet untuk berprestasi, yakni nilai bonus yang disiapkan oleh pemerintah daerah.
“Kami tidak minta bonus yang jumlahnya sama seperti daerah lain, hanya kami berharap ada perubahan lebih baik dari pada PON 5 tahun lalu. Bukan malah sebaliknya, semoga pemerintah lebih perhatikan atlet Sultra,” harapnya.
PON ke 20 Papua telah berlalu, namun hingga kini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra masih belum memberikan bonus yang telah dijanjikan sebelumnya.
Sementara, Plt Kadispora Sultra, Trio Prasetio Prahasto mengaku, peraih medali pada PON Papua yang telah berjuang dan membawa nama baik Bumi Anoa di kancah nasional, akan tetap menerima bonus puluhan hingga ratusan juta.
“Menunggu SPD (Surat Penyediaan Dana) perubahan dari BPKD. Insha Allah bulan 11 sudah bisa dibayarkan,” katanya, Sabtu (30/10/2021).
Ia menyebutkan, untuk peraih medali emas akan mendapatkan bonus sebesar Rp 100 juta, medali perak Rp 75 juta dan perunggu Rp 50 juta. Bahkan, ada satu atlet yang dapat Rp225 juta, karena ikut tiga nomor kejuaraan.
Trio menambahkan, pemberian bonus tidak hanya diberikan kepada para atlet yang telah meraih medali. Bonus dari Pemprov juga akan diberikan kepada atlet dan beberapa pelatih lainnya.
Reporter: Husni Mubarak







