KENDARI, tirtamedia.id – Sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam beberapa bulan terakhir, mengalami kenaikan harga. Salah satunya, yakni minyak goreng yang ikut mengalami kenaikan harga.
Salah seorang pedagang di Pasar Anduonohu, Nurhan (36) mengatakan, harga minyak goreng di Kota Kendari mengalami kenaikan dari Juli sampai Oktober 2021 ini.
“Harga minyak goreng yang semula dari Rp 16.000 per liter, naik menjadi Rp 18.000 sampai dengan Rp 19.000 per liternya. Naiknya berkisar Rp 1000 sampai dengan Rp 2000,” bebernya.
Senada dengan itu, Supiana (42) yang juga merupakan salah seorang pedagang mengatakan, kenaikan harga minyak sudah terjadi pada beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, kenaikan harga minyak goreng salah satunya disebabkan oleh kurangnya buah kelapa sawit.
“Teman saya yang punya kebun kelapa sawit mengeluh, karena kelapa sawitnya sudah jarang berbuah,” ujar Supiana.
Tidak hanya itu, Supiana mengungkapkan selama kurang lebih 10 tahun dirinya berjualan sembako, baru kali ini harga minyak goreng terus mengalami lonjakan.
“Kalau tahun-tahun kemarin biasanya naik, kemudian harganya turun kembali, Tapi kalau tahun ini berbeda, harganya terus naik, mungkin ke depannya akan naik lagi,” tambahnya.
Meski begitu, ia mengaku penjualan minyak goreng di Kota Kendari khususnya di Pasar Anduonohu masih tetap lancar seperti sebelumnya.
Penulis : Husni Mubarak







