Buton Utara, tirtamedia.id – Sekretaris Dirjen Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr Ahmad Musyafah, SP, MP, meninjau langsung calon lokasi percetakan sawah tahun 2026 di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (3/4/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan serta keberhasilan program cetak sawah di Buton Utara dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kunjungan kerja tersebut sekaligus memantau pelaksanaan persiapan program pertanian dan mengecek kondisi lahan produksi tanaman pangan di Kabupaten Buton Utara.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan program cetak sawah yang ditargetkan berjalan optimal pada 2026.
Pemerintah Kabupaten Buton Utara menargetkan percetakan sawah seluas 500 hektare dan optimalisasi lahan pertanian 400 hektare pada tahun 2026. Program cetak sawah ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Pertanian Buton Utara, Muh Martin Nasir, SP, MMA, mengatakan program tersebut tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan petani.
“Dengan adanya percetakan sawah dan optimalisasi lahan, kita dapat meningkatkan produksi pangan, pendapatan petani, ketahanan pangan daerah, serta membuka lapangan kerja,” ujarnya.
Adapun sebaran lokasi percetakan sawah meliputi Kecamatan Kulisusu 12 hektare, Kulisusu Barat 209 hektare, Bonegunu 172 hektare, dan Kambowa 87 hektare.
Dalam kunjungannya, Ahmad Musyafah yang juga Penanggung Jawab LTT (Luas Tambah Tanam) Provinsi Sulawesi Tenggara pada kegiatan swasembada pangan berkelanjutan memberikan arahan kepada masyarakat terkait pengembangan tanaman pangan.
Ia menegaskan kesiapan lahan menjadi faktor penting agar program cetak sawah di Buton Utara berjalan maksimal dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian berkomitmen mengoptimalkan lahan yang belum produktif guna mendukung swasembada pangan nasional.
Bupati Buton Utara, Afirudin Mathara, menegaskan bahwa percetakan sawah baru tidak sekadar membuka lahan, tetapi memastikan lahan tersebut produktif dan berkelanjutan.
“Program percetakan sawah baru ini bukan hanya sekedar membuka lahan tetapi bagaimana lahan tersebut benar benar produktif dan berkelanjutan. Karena kita ingin memastikan dari awal bahwa semua aspek pendukungnya siap.,” ujar Afirudin.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.
Ketua DPC Gerindra Buton Utara ini menegaskan, dengan potensi lahan yang besar, Buton Utara optimistis target cetak sawah dapat tercapai dan memberi dampak signifikan bagi produksi tanaman pangan serta kesejahteraan petani.
Selain program cetak sawah, Pemerintah Kabupaten Buton Utara melalui Dinas Pertanian juga menyiapkan serah terima Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Fasilitas tersebut terdiri dari dua unit di Desa Tri Wacu-Wacu dan tiga unit di Desa Waode Angkalo yang akan segera diserahkan kepada penerima manfaat.
Redaksi







