BUTON UTARA, tirtamedia.id – Ketersediaan kantong darah bagi pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), selama ini menjadi persoalan mendasar.
Setiap saat, keluarga pasien harus mencari darah ke Kendari, Baubau, Konawe, atau Konawe Selatan, sehingga terjadi keterlambatan penanganan.
Olehnya itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Buton Utara (Butur) saat ini menggenjot Unit Pengelolaan Darah di RSUD segera dioperasikan.
Upaya mulai dilakukan dengan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) penyusunan standar pelayanan Unit Pengelolaan Darah.
Kegiatan ini digelar di Gedung Unit Pengelolaan Darah RSUD, dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Buton Utara, Rahman, Sabtu (12/7/2025).
Menurut Rahman, FKP merupakan tahapan yang harus dilewati dalam rangka percepatan pengoperasian UPD, untuk mewujudkan pelayanan kesehatan dan ketersediaan kebutuhan kesehatan masyarakat Buton Utara.
Ia mengungkapkan, kebutuhan darah untuk pasien di Buton Utara merupakan hal yang sangat urgen dan mendesak, namun terkendala ketersediaan darah di rumah sakit daerah.
“Kami sangat menyadari, ketersediaan kantong darah bagi pasien di RSUD Butur menjadi persoalan mendasar dan berkepanjangan. Keluarga pasien yang membutuhkan darah harus ke Kendari ataupun Baubau, bahkan harus ke Konawe maupun Konsel, akibatnya terjadi keterlambatan penanganan,’ ungkapnya.
Hal ini kata Rahman, akan mengeluarkan banyak biaya yang sangat membebani pasien dan keluarganya.
Hadirnya Unit Pengelola Darah di RSUD Buton Utara merupakan suatu kesyukuran bagi masyarakat.
Rahman juga mengatakan, berdasarkan penjelasan Direktur RSUD Buton Utara, saat ini peralatan sudah lengkap tinggal Sumber Daya Manusia (SDM) dan izin operasional pengelolaan darah.
“Alhamdulilah kemarin sudah dimulai pelatihannya langsung dari PMI Provinsi yang datang memberikan pelatihan, tinggal izin operasionalnya, tetapi berdasarkan komitmen yang disampaikan oleh pihak dinas kesehatan juga sudah siap untuk memfasilitasi percepatan izin tersebut,’ ujar Rahman.
“Saya bersama pak bupati sangat mendukung dan berkomitmen akan terus menggenjot percepatan pengoperasian unit pengelolaan darah di RSUD Buton Utara sehingga insyaallah tahun ini sudah bisa beroperasi,” imbuhnya.
Pada kesempatan ini, Ketua DPRD Buton Utara, Hasrianti Ali, menyatakan mendukung hadirnya Unit Pengelolaan Darah (UPD), dan berharap segera dioperasikan.
“Kami sangat mendukung terkait kesehatan terlebih masalah darah, dan harapan kami secepatnya dapat segera dioperasikan, supaya pasien tidak setengah mati mencari darah di kabupaten/kota lain yang ada di Sultra,” katanya.
Redaksi







