Kendari, tirtamedia.id – Mahasiswa dari KBM FISIP mendatangi Kantor DPRD Sultra untuk menggelar aksi menyalakan lilin dan doa bersama mengenang tewasnya Randi dan Yusuf dalam perjuangan demokrasi pada 26 September 2019, pada minggu (24/9/2023).
Aksi solidaritas bertajuk ‘September Berdarah Randi-Yusuf’ diikuti oleh ratusan mahasiswa KBM Fisip Diketahui, Randi-Yusuf merupakan dua mahasiswa di Kendari yang tewas tertembak saat mengikuti aksi demonstrasi menolak RUU di Kantor DPRD Provinsi Sultra, pada Kamis 26 September 2019 silam.
Suasana aksi solidaritas untuk Randi dan Yusuf menjadi tambah haru saat ratusan mahasiswa yang menyalakan lilin tersebut menyanyikan lagu ‘Gugur Bunga’.
Para mahasiswa juga menggelar panggung ekspresi dengan membacakan puisi dan bakar lilin untuk mengenang perjuangan dua mahasiswa yang tewas tertembak polisi saat demonstrasi.
“Meskipun oknum polisi yang disebut Polda penembak Randi sudah ditangkap. Tapi yang kami ingin aktor utama penembakan atau otak dari kejadian itu segera diungkap juga,” ungkap Menteri Pergerakan BEM FISIP UHO Kendari, La Ode Alini.
Ketua BEM FISIP UHO, Ikbal Rahmawan, mengatakan, mahasiswa akan terus mengawal kasus tersebut sampai aktor utama penembakan segera ditangkap.
“Selama empat tahun kasus tewasnya Randi dan Yusuf belum diungkap memang ada polisi yang ditetapkan tersangka tapi kami yakin dia bukan pelakunya,” ungkap Ikbal.
Mahasiswa FISIP Angkatan 2019 ini mengaku bersama mahasiswa lain akan terus memperjuangkan pengusutan penembakan Randi dan Yusuf.
“Kami akan konsolidasi untuk menggelar aksi di Polda Sultra 26 September 2023 nanti,” ujar Ikbal.
Reporter : Dandy







