KENDARI, tirtamedia.id – Sejak Permberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Juli 2021, penghasilan warga kalangan bawah memperihatinkan.
Seperti yang dialami Nur Hasriati (41), sehari-hari bekerja menawarkan jasa membersihkan makam di Tempat Pemakamam Umum (TPU), bagi pelayat di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Punggolaka.
“Mata pencaharian kami hanya di sini, tapi adanya PPKM ini, syukur-syukur kita bisa dapat Rp.20 ribu sehari, itupun tidak menentu. Sudah sepisekali sekarang, hari raya saja pelayat sudah sedikit yang datang apalagi hari biasa,” keluh Hasriati, Jumat (13 Agustus 2021) pagi.
Penghasilan selama PPKM itu, kata Hasriati, harus bisa dicukupkan, menghemat dengan mengurangi keperluan dapur, menjadi solusi satu-satunya, beruntung sesekali ada bantuan.
“Jadi kalau ada bantuan sembako itu, kayak kita bisa bernafas lega sedikit, apalagi harga-harga di pasar semua sudah naik,semoga corona ini cepat berlalu,” ujarnya.
Hasriati dan warga yang senasib mencari rezeki di TPU Punggolaka, bisa sedikit terbantu, dengan bantuan paket bahan pokok dari TNI dan Polri, diserahkan Jumat pagi.
“Sembako yang kita harapkan dapat membantu warga kurang mampu ini dilakukan di tiga lokasi, menyasar warga yang bekerja di TPU Punggolaka, warga pemukiman Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, dan warga di kelurahan Baruga,” papar Brigjend TNI Jannie Siahaan, Danrem 143 Hauoleo.
150 paket bahan pokok berupa beras, minyak goreng, kecap, teh, kopi, gula pasir dan mie instan, disalurkan kepada mereka yang kondisi ekonominya terdampak.
Penulis : Muhammad Anca







