Kendari, Tirtamedia.id – Puluhan atlet dan pelatih yang masih menjalani pemusatan latihan jelang PON XX Papua mendatangi kantor KONI Sultra di kendari, Kamis (12/8)
Kedatangan mereka itu, untuk menuntut KONI segera membayarkan honor atlet selama empat bulan menjalani latihan.
“Sudah lama, kita dijanji-janji terus akan dibayarkan tapi realisasinya tidak ada,”ujar Frida pengurus Perbakin Sultra.
Senada dengan honor atlet, pelatih Cabang Olahraga (Cabor atletik) Ali mengungkapkan jika pembayaran honor tersebut telah diberikan selama 12 bulan pada 2020 lalu senilai Rp1 juta per bulan, namun untuk bulan Maret hingga Juli belum dibayarkan.
Selain itu, Ali juga mempertanyakan Honor Januari hingga Maret yang mengalami pemotongan senilai Rp100 ribu, sehingga mereka hanya menerima Rp900 ribu.
“Biar Ketua juga tahu, kalau honor Januari sampai maret itu dipotong seratus ribu dan peruntukkannya kita belum tahu,” katanya kepada Ketua Harian KONI Sultra.
Menanggapi keluhan para atlet dan pelatih ini, Ketua Harian KONI Sultra Laode Suryono menjelaskan, pihaknya akan mengeluarkan surat KONI ditujukan kepada atlet dan pelatih agar segera menyerahkan rekening ke pengurus untuk menyelesaikan pembayaran honor yang masih tertunda.
“Untuk menghidari fitnah, dan tidak dipotong-potong lagi, kecuali Pajak, kami minta agar atlet dan pelatih menyerahkan nomor rekening dan itu langsung ditransfer,” ungkapnya.
Selain meminta pembayaran honor, mereka juga meminta KONI Sultra agar segera menyerahkan perlengkapan pertandingan yang akan digunakan untuk latihan, sebab hingga saat ini sejumlah perlengkapan pertandingan yang diusulkan oleh cabang olahraga belum diterima oleh atlet dan pelatih.
“Perlengkapan itu tanggung jawab satgas PON, jika ada masalah silahkan bersurat, saya baru masuk dan saya akan panggil satgas untuk bicarakan bersama para pelatih dan official hari ini,” tegasnya.







