KENDARI, tirtamedia.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra) sebut transaksi non tunai meningkat signifikan selama tahun 2021.
Peningkatan tersebut terjadi baik secara volume maupun jumlah transaksi dari sisi nominal, khususnya transaksi melalui e-Commerce (Belanja online).
Kepala BI Sultra, Bimo Epriyanto mengatakan, peningkatan ini didorong oleh meningkatnya preferensi dan akseptasi masyarakat terhadap teknologi dan kemudahan system pembayaran.
“Perkembangan transaksi non tunai meningkat selama tahun 2021, terutama e-Commerce, karena boleh dibilang masyarakat kita sudah mulai lebih terbiasa belanja secara online,” ungkapnya, Jumat (7/1/2022).
Bimo menambahkan peningkatan itu terlihat, baik secara volume maupun secara nominal uang yang dibelanjakan, dan jumlah transaksi yang meningkat pesat.
“Dari sisi volume, transaksi e-Commerce atau belanja online meningkat sebesar 51,99 persen. Sedangkan dari sisi jumlah nominalnya meningkat sebesar 43,27 persen,” jelasnya.
Selain itu Bimo menyebut, perkembangan transaksi non tunai salah satunya juga didukung oleh akseptasi QR Code Indonesian Standard (QCIS) oleh merchen atau pedagang. Di mana pada tahun 2021 tercatat sebanyak 75.218 pedagang di Sultra telah menggunakan QRIS.
Penulis : Husni Mubarak







