KOLTIM, tirtamedia.id – Dalam rangka mengatasi Stunting, Pemda Kolaka Timur (Koltim) gelar program dapur sehat atau (Dahsyat). Rabu (15/11/2023).
Program dahsyat ini menyasar puluhan warga baik ibu hamil dan balita di Desa Hakambololi, Kecamatan Poli-Polia.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Koltim, Badwi mengatakan, program ini merupakan ke 24 kalinya yang telah dilaksanakan.
Selain menyasar 24 desa, dalam upaya mengatasi stunting pemda Koltim juga menyasar kampung keluarga berencana.
Hal ini bertujuan untuk melakukan pemantauan langsung terhadap warga sehingga memudahkan untuk mendetiksi dini warga yang menderita atau terindikasi stanting.
“Dimana kita telah memberikan 9 kali asupan gizi untuk yang stunting dan 10 anak yang berisiko stunting,” katanya.
Lebih lanjut Badwi menyampaikan setelah diberikan asupan gizi ibu hamil dan balita stunting akan di pantau petugas kesehatan di Puskesmas.
Pemantauan terhadap ibu hamil tersebut dilakukan di13 puskemas di wilayah Kolaka Timur yang bertujuan agar bayi yang dilahirkan tidak menderita stanting. Namun jika ditemukan petugas puskesmas di Kecamatan sudah menyiapkan strategi penanganan.
“Selanjutnya mereka akan dipantau oleh seluruh petugas gizi yang ada di 13 puskesmas se Koltim,” ujarnya.
Stunting adalah perawakan pendek yang diakibat oleh kondisi kesehatan yang suboptimal terutama kuantitas dan kualitas asupan makanan yang salah. Stunting akan berdampak pada kecerdasan anak serta risiko timbulnya penyakit degenerative.
Pendirita stanting dapat meningkatkan Dalam rangka mengatasi Stunting, Pemda Kolaka Timur (Koltim) gelar program dapur sehat atau (Dahsyat). Rabu (15/11/2023).
Program dahsyat ini menyasar puluhan warga baik ibu hamil dan balita di Desa Hakambololi, Kecamatan Poli-Polia.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Koltim, Badwi mengatakan, program ini merupakan ke 24 kalinya yang telah dilaksanakan.
Selain menyasar 24 desa, dalam upaya mengatasi stunting pemda Koltim juga menyasar kampung keluarga berencana.
Hal ini bertujuan untuk melakukan pemantauan langsung terhadap warga sehingga memudahkan untuk mendeteksi dini warga yang menderita atau terindikasi stunting.
“Dimana kita telah memberikan 9 kali asupan gizi untuk yang stunting dan 10 anak yang berisiko stunting,” katanya.
Lebih lanjut Badwi menyampaikan setelah diberikan asupan gizi ibu hamil dan balita stunting akan di pantau petugas kesehatan di Puskesmas.
Pemantauan terhadap ibu hamil tersebut dilakukan di 13 puskesmas di wilayah Kolaka Timur yang bertujuan agar bayi yang dilahirkan tidak menderita stunting. Namun jika ditemukan petugas puskesmas di Kecamatan sudah menyiapkan strategi penanganan.
“Selanjutnya mereka akan dipantau oleh seluruh petugas gizi yang ada di 13 puskesmas se Koltim,” ujarnya.
Stunting adalah perawakan pendek yang diakibat oleh kondisi kesehatan yang suboptimal terutama kuantitas dan kualitas asupan makanan yang salah. Stunting akan berdampak pada kecerdasan anak serta risiko timbulnya penyakit degeneratif.
Penderita stunting dapat meningkatkan resiko penyakit seperti obesitas, Diabetes melitus (DM), penyakit jantung koroner, dan berbagai penyakit lainnya di kemudian hari.
resiko penyakit seperti obesitas, Diabetes melitus (DM), penyakit jantung koroner, dan berbagai penyakit lainnya dikemudian hari.
Penulis : Husni Mubarak.







